Jumat, 23 Oktober 2009

    Dream From My Father - Pergulatan Hidup Obama



    Saturday, August 08, 2009
    Dream From My Father : Pergulatan Hidup Obama

    Judul : Dream From My Father - Pergulatan Hidup Obama
    Penulis : Barack Obama
    Penerjemah : Miftahul Janah, dkk
    Penerbit : Mizan Pustaka
    Cetakan : I, Mei 2009
    Tebal : 493 hlm




    Gegap gempita terpilihnya Barack Obama sebagai presiden Amerika Serikat ke 44 sudah berakhir, namun hingga kini kisah kehidupan Barack Obama tetap diminati oleh banyak orang. Latar belakang keluarganya yang berasal dari Afrika, dan perjuangan Obama meraih impiannya untuk menjadi orang nomor satu di sebuah negara adidaya yang dalam kultur dan sejarahnya telah mengesampingkan kaum minoritas kulit hitam menjadi kisah yang mampu menginspirasi banyak orang.

    Obama tak hanya menginpirasi dan menjadi tumpuan harapan warga kulit hitam di negara asalnya, spirit perjuangan Obama meluber melampaui batas-batas negara. Tak hanya Amerika yang bangga, kemenangannya juga dirayakan di kampung halamannya di Kenya, Afika ikut berpesta, Asia dan negara-negara di Timur Tengah ikut lega. Rakyat Indonesia yang memiliki kedekatan emosional dengan Obama pun ikut terharu karena setidaknya Jakarta, khususnya kawasan Menteng pernah ikut membentuk kepribadian Obama hingga ia menjadi seperti sekarang ini.

    Nama Obama kini tercatat dalam sejarah sebagai Presiden Amerika pertama yang berasal dari kalangan kulit berwarna. Ia kini telah mencapai puncak tertinggi dalam karier politiknya. Namun tak banyak yang tahu bagaimana proses yang harus dilalui oleh Obama hingga ia menjadi seorang tokoh yang besar dan berpengaruh seperti saat ini. Melalui buku The Dream From My Father inilah semua perjuangan Obama semenjak kecil hingga ia memulai kariernya di bidang politik akan terpapar dengan jujur, gamblang, dan apa adanya.

    Dalam The Dream From My Father Obama membagi kisah hidupannya dalam tiga bagian besar berdasarkan wilayah geografis dimana ia dibesarkan. Bagian Satu : Asal Usul menuturkan kehidupan Obama kecil di Indonesia, masa remajanya Hawai, Los Angeles hingga New York. Bagian Dua : Chicago, tentang embrio politiknya sebagai pekerja sosial di Chicago, dan Bagian Tiga : Kenya, mengenai perjalanan Omaba ketika menyusuri akar keluarganya di kampung halamannya di Kenya.

    Ketiga bagian tersebut ditulis dengan runut dan detail. Di bagian pertama ada sebuah bab yang diberinya judul : Indonesia. Kenangan akan Indonesia tampak begitu melekat di hatinya, sayangnya hal yang paling diingatnya adalah pandangannya bahwa Indonesia adalah negara miskin. Di sekujur buku ini Obama kerap menyinggung Indonesia sebagai perbandingan ketika ia melihat berbagai kemiskinan di sekelilingnya.

    Di bagian ini juga Obama mengungkapkan kehidupan masa kecilnya di Jakarta. Dibutuhkan 20 halaman bagi Obama untuk medeskripsikan pengalaman masa kecilnya bersama ayah tirinya Lolo Soentoro dan ibu kandungnya Ann Dunham. Kesehariannya bersama ayah tirinya terekam dengan kuat dan diakuinya bahwa ayah tirinya sedikit banyak telah memasukkan nilai-nilai kehidupan yang tak terlupakan hingga kini.

    Figur ibu kandungnya yang sangat mempedulikan pendidikan dan masa depan anaknya juga terungkap dengan jelas, dikisahkan bahwa selama di Indonesia ibunya selalu membangunkan dan mengajari Barry (nama kecil Obama) pada dini hari jam 4 pagi agar Obama dapat menyesuaikan dengan pelajaran di sekolah Amerika jika kelak mereka kembali ke Amerika.

    Seperti kebanyakan anak-anak Jakarta lainnya, Barry melewati tiga tahun masa kanak-kanaknya dengan bersekolah, lalu bermain sepanjang siang hingga malam, menerbangkan layang-layang, menangkap jangkrik, dll bersama anak petani, nelayan, hingga anak birokrat rendahan. Setelah menikmati keindahan masa kanak-kanak di Jakarta, Obama bersama ibu dan adiknya kembali ke Hawai. Di sana ia pula untuk pertama kalinya dan terakhir kalinya Obama bertemu dengan ayah kandungnya yang mengunjunginya hanya beberapa hari saja.

    Di bagian kedua buku ini, dikisahkan masa remaja Obama yang dilaluinya di Hawai . Di sinilah ia mulai menyadari bahwa menjadi remaja berkulit hitam adalah hal yang berat baginya karena saat itu rasialisme di AS masih sangat kental. Ia marah dan frustasi akibat diskriminasi terhadap orang-orang kulit hitam. Namun, Barry tak mampu menuangkan amarah tersebut karena ibu dan kakek-neneknya berkulit putih. Obama juga bingung dengan identitas dirinya, hal tersebut membuat Obama gelisah dan mempertanyakan jati dirinya. Sebagai pelarian ia mulai minum minuman keras, bahkan ganja pun pernah dinikmatinya.

    Untungnya berkat dorongan ibunya, Obama juga berhasil melewati masa-masa frustasi dan pencarian jati dirinya, walau sempat putus asa dan berniat berhenti sekolah ia melanjutkan sekolahnya hingga tamat dan berhasil mendapat pekerjaan yang cukup mapan di pasar saham Wall Street, New York. Namun semua itu kelak ia tinggalkan dan memilih untuk menjadi community organizer alias aktifis penggalang masyarakat di Chicago. Inilah awal karier politiknya.

    Melalui pekerjaannya inilah ia mulai mengenal akar permasalahan yang dialami oleh kalangan bawah dari kulit berwarna. Dan disini pulalah semua pengalaman berpolitik Obama dan semangat perubahan yg diusung Obama hingga ke puncak kampanye Presiden berawal . Ia datangi rumah warga satu-persatu untuk mendengar masalah mereka mulai dari selokan mampat, ledeng air tak menetes, membuka lowongan pekerjaan , hingga menggalang masyarakat untuk mendemo wali kota agar mau membongkar asbes di apartemen yang diketahui terbuat dari bahan yang dapat mengganggu kesehatan mereka. Sepak terjangnya di Chicago akhirnya harus berakhir ketika akhirnya ia diterima sebagai mahasiswa di Harvard Law School.

    Di bagian ketiga, dikisahkan perjalanan Obama ke tanah kelahiran ayahnya di Kenya – Afika sebelum ia masuk kuliah di Harvard. Perjalanannya ini merupakan upaya Obama untuk mencari akar keluarga dan budayanya di Afrika, Di sinilah Obama bertemu dengan adik-adik tirinya dan neneknya. Melalui mereka Obama mencoba mengenal lebih dalam tentang keluarga besar ayahnya dan bagaimana perjuangan ayahnya dari seorang anak miskin kulit hitam dari desa terpencil di Kenya yang berhasil mengejar ilmu sampai ke Amerika. Di tanah leluhurnya inilah Obama merasa menemukan kembali impian yang diwariskan ayahnya baik yang telah diraih maupun yang belum tercapai oleh ayahnya.


    Buku yang merekam perjalanan hidup Obama sejak kecil hingga perjalanannya ke Kenya ini ditulis jauh sebelum Obama terpilih menjadi Presiden AS ke 44, buku yang berjudul asli Dreams from My Father: A Story of Race and Inheritance ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1995 selepas pelantikan Obama sebagai presiden kulit hitam pertama Harvard Law of Review. Seiring popularitasnya yang kian bersinar di kancah politik, dan menyusul pidatonya yang terkenal saat Konvensi Partai Demokrat pada tahun 2004 saat Obama terpilih sebagai senator ,
    maka buku ini dirilis ulang dengan kata pengantar tambahan dari Obama untuk edisinya kali ini .

    Secara umum buku ini memang menarik dan menginspirasi pembacanya dalam hal kekuatan impian, harapan, cita-cita, persaudaraan, serta toleransi yang nyata. Bagi pembaca Indonesia tentunya bagian yang paling menarik adalah bab mengenai masa kecil Obama di Indonesia, sedangkan bagian yang agak membosankan adalah ketika Obama mengisahkan sepak terjangnya ketika menjadi aktifis penggalang masyarakat di Chicago.

    Sama seperti di bagian-bagian lain, di bab ini Obama menuturkan pengalamannya secara rinci namun karena mungkin permasalahan agak berbeda dengan kondisi kita dan minimnya pengetahuan saya akan kondisi sosial di Chicago, maka bab ini terasa membosankan. Barulah ketika Obama mengisahkan perjalanannya ke Kenya, buku ini menjadi menarik lagi. Satu hal yang juga dapat mengurangi kenikmatan membaca buku ini adalah minimnya Obama menyebutkan angka tahun sehingga pembaca akan kehilangan oreintasi waktu dari kisah yang diceritakannya.

    Terlepas dari hal diatas, di memoarnya ini Obama menulis dengan sangat baik, ingatannya yang kuat membuat buku ini kaya akan detail, ia juga tampak piawai dalam mendeskripsikan semua pengalamannya hingga membuat pembaca seolah ikut merasakan apa yang dialami Obama. Hal ini pula yang dipuji oleh nobelis sastra Toni Morison yang mengatakan bahwa buku ini adalah, “ Buku yang luar biasa dan unik”, sedangkan kolumnis Time, John Klein mengungkapkan bahwa buku ini merupakan, "Salah satu memoar terbaik yang pernah ditulis politikus Amerika." Pendapat mereka tak berlebihan karena buku ini menjadi buku bestseller versi New York Times, selain itu buku ini juga meraih British Book Award 2009 kategori Bigorafi Terbaik.

    Bersyukur, kini terjemahan buku The Dream from my Father ini telah hadir di Indonesia. Semoga buku ini dapat menjadi buku inspiratif yang menggambarkan kekuatan impian, harapan, cita-cita, persaudaraan, dan toleransi. Melalui buku juga ini kita akan mengenal bagaimana kaum minoritas AS dalam menyikapi hidupnya dan berjuang untuk melawan ketidakadilan, hal yang relevan bagi kita yang hidup dalam masyarakat yang multikultural.

    Dan terakhir, semoga buku ini juga ikut menginspirasi para politisi kita dari kalangan minoritas bahwa merekapun kelak bisa memimpin negara ini. Mungkinkah ? Obama telah membuktikan bahwa ia yang berasal dari kaum minoritas bisa menjadi pemimpin yang dapat dipercaya oleh rakyatnya.

    Sejarah Perkembangan internet

    Internet berawal dari diciptakannya teknologi jaringan komputer sekitar tahun 1960. Apa sebenarnya jaringan komputer itu ? Jaringan komputer adalah beberapa komputer terhubung satu sama lain dengan memakai kabel dalam satu lokasi, misalnya dalam satu kantor atau gedung. Jaringan komputer ini berfungsi agar pengguna komputer bisa bertukar informasi dan data dengan pengguna komputer lainnya.

    Pada awal diciptakannya, jaringan komputer dimanfaatkan oleh angkatan bersenjata Amerika untuk mengembangkan senjata nuklir. Amerika khawatir jika negaranya diserang maka komunikasi menjadi lumpuh. Untuk itulah mereka mencoba komunikasi dan menukar informasi melalui jaringan komputer.

    Setelah angkatan bersenjata Amerika, dunia pendidikan pun merasa sangat perlu mempelajari dan mengembangkan jaringan komputer. Salah satunya adalah Universitas of California at Los Angeles (UCLA). Akhirnya tahun 1970 internet banyak digunakan di unversitas-universitas di Amerika dan berkembang pesat sampai saat ini. Agar para pengguna komputer dengan merek dan tipe berlainan dapat saling berhubungan, maka para ahli membuat sebuah protokol (semacam bahasa) yang sama untuk dipakai di internet. Namanya TCP (Transmission Control Protocol, bahasa Indonesianya Protokol Pengendali Transmisi) dan IP (Internet Protocol).

    Rabu, 14 Oktober 2009

    Asmaul-Husna

    1. Ar-Rahman (Ar Rahman) Artinya Yang Maha Pemurah
    2. Ar-Rahim (Ar Rahim) Artinya Yang Maha Mengasihi
    3. Al-Malik (Al Malik) Artinya Yang Maha Menguasai / Maharaja Teragung
    4. Al-Quddus (Al Quddus) Artinya Yang Maha Suci
    5. Al-Salam (Al Salam) Artinya Yang Maha Selamat Sejahtera
    6. Al-Mu'min (Al Mukmin) Artinya Yang Maha Melimpahkan Keamanan
    7. Al-Muhaimin (Al Muhaimin) Artinya Yang Maha Pengawal serta Pengawas
    8. Al-Aziz (Al Aziz) Artinya Yang Maha Berkuasa
    9. Al-Jabbar (Al Jabbar) Artinya Yang Maha Kuat Yang Menundukkan Segalanya
    10. Al-Mutakabbir (Al Mutakabbir) Artinya Yang Melengkapi Segala kebesaranNya
    11. Al-Khaliq (Al Khaliq) Artinya Yang Maha Pencipta
    12. Al-Bari (Al Bari) Artinya Yang Maha Menjadikan
    13. Al-Musawwir (Al Musawwir) Artinya Yang Maha Pembentuk
    14. Al-Ghaffar (Al Ghaffar) Artinya Yang Maha Pengampun
    15. Al-Qahhar (Al Qahhar) Artinya Yang Maha Perkasa
    16. Al-Wahhab (Al Wahhab) Artinya Yang Maha Penganugerah
    17. Al-Razzaq (Al Razzaq) Artinya Yang Maha Pemberi Rezeki
    18. Al-Fattah (Al Fattah) Artinya Yang Maha Pembuka
    19. Al-'Alim (Al Alim) Artinya Yang Maha Mengetahui
    20. Al-Qabidh (Al Qabidh) Artinya Yang Maha Pengekang
    21. Al-Basit (Al Basit) Artinya Yang Maha Melimpah Nikmat
    22. Al-Khafidh (Al Khafidh) Artinya Yang Maha Perendah / Pengurang
    23. Ar-Rafi' (Ar Rafik) Artinya Yang Maha Peninggi
    24. Al-Mu'izz (Al Mu'izz) Artinya Yang Maha Menghormati / Memuliakan
    25. Al-Muzill (Al Muzill) Artinya Yang Maha Menghina
    26. As-Sami' (As Sami) Artinya Yang Maha Mendengar
    27. Al-Basir (Al Basir) Artinya Yang Maha Melihat
    28. Al-Hakam (Al Hakam) Artinya Yang Maha Mengadili
    29. Al-'Adl (Al Adil) Artinya Yang Maha Adil
    30. Al-Latif (Al Latif) Artinya Yang Maha Lembut serta Halus
    31. Al-Khabir (Al Khabir) Artinya Yang Maha Mengetahui
    32. Al-Halim (Al Halim) Artinya Yang Maha Penyabar
    33. Al-'Azim (Al Azim) Artinya Yang Maha Agung
    34. Al-Ghafur (Al Ghafur) Artinya Yang Maha Pengampun
    35. Asy-Syakur (Asy Syakur) Artinya Yang Maha Bersyukur
    36. Al-'Aliy (Al Ali) Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia
    37. Al-Kabir (Al Kabir) Artinya Yang Maha Besar
    38. Al-Hafiz (Al Hafiz) Artinya Yang Maha Memelihara
    39. Al-Muqit (Al Muqit) Artinya Yang Maha Menjaga
    40. Al-Hasib (Al Hasib) Artinya Yang Maha Penghitung
    41. Al-Jalil (Al Jalil) Artinya Yang Maha Besar serta Mulia
    42. Al-Karim (Al Karim) Artinya Yang Maha Pemurah
    43. Ar-Raqib (Ar Raqib) Artinya Yang Maha Waspada
    44. Al-Mujib (Al Mujib) Artinya Yang Maha Pengkabul
    45. Al-Wasi' (Al Wasik) Artinya Yang Maha Luas
    46. Al-Hakim (Al Hakim) Artinya Yang Maha Bijaksana
    47. Al-Wadud (Al Wadud) Artinya Yang Maha Penyayang
    48. Al-Majid (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia
    49. Al-Ba'ith (Al Baith) Artinya Yang Maha Membangkitkan Semula
     

    My Profil

    Rembang, Jawa Tengah, Indonesia
    Be the best !!!

    Translate Online

    Mini Update

    SMANSA REMBANG Copyright © 2009 Community is Designed by Bie